Minggu, 22 Maret 2015

TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

A. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

lmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe­ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji msalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian jelas bahwa matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian (disiplin) yang termasuk. dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan...


kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar­nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.Dan bahwa dalam masyarakat yang berkabung semakin Cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mcngalami pergeseran nilai-nilai yang , mungkin sekali dapat membuatnya masa bodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga, mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung  Budaya Dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.Berpijak dari hal di atas, tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidang menjangkau tujuan tersebut di atas.

B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM

Ilmu Budaya Dasar termasuk salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU). Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

>Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tndakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.

>Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.

>Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi permasalahan kehidupan baik social, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.

>Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta didalam pelestariannya.


C. MASALAH ILMU BUDAYA DASAR

  Latar Belakang.
Menurut Koentjaraningrat, kata “kebudayaan” berasal dari kata sanskerta Budhayah yaitu bentuk jamak dari “budhi” yang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian, kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Sedangkan kata “budaya” merupakan perkembangan majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi” sehingga dibedakan antara “budaya” yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa dengan “kebudayaan” yang berarti hasil dari cipta, karsa dan rasa.
Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) yang dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian, seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan

   Rumusan Masalah.
   Di jaman yang serba modern ini, banyak masalah yg timbul dalam kebudayaan. Diantaranya:
  • Sistem hukum yang sekarang berlaku banyak yang berbentur dengan kebudayaan terdahulu.
  • Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa kebudayaan merupakan bagian dari seni, ada juga yang menganggap kebudayaan adalah pola perilaku yg menghasilkan karya.
  • Pergeseran nilai-nilai budaya yang sangat signifikan.
  • Perkembangan penduduk dari masa ke masa yang semakin maju.

Minggu, 18 Januari 2015


     FASILITAS TIK UNIVERSITAS GUNADARMA

Profil BAAK
BAAK Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :

BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra);
Bagian Ujian Semester dan Bank Soal;
Bagian Koordinasi Perkuliahan
Sub Bagian Jadwal Kuliah;
Sub Bagian Koordinasi Mata Kuliah dan Penasihat Akademik;
Sub Bagian Penghubung dan Pendamping Dosen.
Bagian Monitoring Kuliah.
Sub Bagian Monitoring Kehadiran Dosen;
Sub Bagian Monitoring Kehadiran Mahasiswa

Infrastruktur ICT dan Layanan Informasi Akademik Berbasis Intrenet
Sistem jaringan komputer di Universitas Gunadarma digunakan untuk menghubungkan seluruh kampus Universitas Gunadarma yang tersebar di beberapa lokasi dengan Virtual Private Network (VPN) dan menghubungkan ke Internet. Gambar berikut mengilustrasikan keterhubungan antarkampus.
Proses Belajar Mengajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi
universitas Gunadarma sudah menerapkan proses belajar-mengajar dengan pendekatan yang lebih inovatif dan interactive. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa proses belajar-mengajar tidak hanya sebatas tatap muka di kelas atau laboratorium dengan tempat dan waktu yang terbatas. Dengan fasilitas ini, peserta pelatihan diharapkan akan tetap melakukan kegiatan pembelajaran secara mandiri, lebih bersifat personal dan berkesinambungan sehingga pemahaman, cakupan, kedalaman materi bisa lebih ditingkatkan.
E-learning (electronic learning) adalah fasilitas pembelajaran elektronik yang digunakan untuk membantu mahasiswa memahami suatu materi ajar. E-learning menyediakan materi pembelajaran yang dilengkapi dengan audio visual yang dapat memberikan gambaran suatu konsep lebih jelas (dilengkapi dengan contoh visual yang lebih komunikatif). Pemanfaatan e-learning akan memberikan manfaat pada peningkatan daya kognitif mahasiswa dalam memahami konsep materi ajar. Semakin banyak fasilitas e-learning yang disediakan maka semakin besar kemungkinan mahasiswa dapat memahami konsep materi ajar yang lebih cepat dan efektif. Materi e-learning terdiri dari CD Interaktif, maupun virtual class (yaitu pembelajaran secara online melalui Internet) serta electronic journal. Penerapan E-learning dalam proses belajar-mengajar di Universitas Gunadarma merupakan salah satu tugas dari E-Learning Center, yang mulai aktif sebagai unit baru mulai 25 Maret 2007. Implementasi E-learning tersebut dapat dilihat pada portal e-learning dengan alamat http://elearning.gunadarma.ac.id.
Staffsite Dosen Setiap dosen pengajar di Universitas Gunadarma perlu memanfaatkan digital locker untuk dosen- dikenal sebagai situs staffsite yang merupakan homepage resmi dosen, untuk media informasi dan komunikasi dari dosen yang bersangkutan ke civitas academica atau masyarakat. User ID dan password dari staffsite tersebut merupakan kode akses ke semua layanan informasi dan pembelajaran berbasis web- atau disebut juga single identity policy”.
Situs dosen dapat digunakan sebagai fasilitas diseminasi sumber ajar kepada mahasiswa, di mana dosen dapat menyediakan sumber ajar maupun sumber ilmu pengetahuan lainnya yang dapat diakses oleh mahasiswa. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat pemberian materi ajar sehingga mahasiswa dimungkinkan dapat memahami materi kuliah sebelum kuliah diberikan.
Fasilitas TIK
admin July 21st, 2008

Infrastruktur ICT dan Layanan Informasi Akademik Berbasis Intrenet
Sistem jaringan komputer di Universitas Gunadarma digunakan untuk menghubungkan seluruh kampus Universitas Gunadarma yang tersebar di beberapa lokasi dengan Virtual Private Network (VPN) dan menghubungkan ke Internet. Gambar berikut mengilustrasikan keterhubungan antarkampus.
Dalam gambar disamping ini, keterhubungan masing-masing lokasi terhubung dengan beberapa teknologi, yaitu MPLS (dengan kecepatan 128Kbps s/d 768 Kbps) dan Wireless (dengan kecepatan 10-20 Mbps). Kecepatan koneksi jaringan komputer untuk Internet adalah 29 Mbps. Kecepatan koneksi tersebut hingga saat ini masih sangat menunjang kebutuhan pengiriman dan penerimaan data. Infrastruktur jaringan komputer dikembangkan untuk menghubungkan seluruh kampus sebagai satu sistem yang terintegrasi sehingga mempermudah dan mempercepat operasional akademik maupun maupun pengaksesan sumber bahan ajar. Infrastruktur perangkat lunak yang ada merupakan aplikasi dalam kesatuan sistem informasi Universitas Gunadarma. Sistem tersebut terbagi dalam tiga golongan,yaitu:
Sistem Korporasi: Otomasi Perkantoran (Staffsite atau mailstaff), sistem kepegawaian, sistem keuangan.
Sistem Akademik: Sistem penerimaan mahasiswa baru, sistem administrasi akademik (registrasi mata kuliah, nilai, absensi kuliah), e-Learning, perangkat lunak laboratorium, digital library, career center dan e-journal.
Sistem Komunitas: Forum, student site maupun jaringan penelitian.

Sistem Informasi dikembangkan dengan model sistem terpusat, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini. Sistem tersebut dapat dijalankan maupun diperbaharui informasinya secara terdistribusi dari berbagai lokasi, sehingga meningkatkan usabilitas (ketergunaan) sistem dan mempercepat pembaruan Informasi yang disediakan. Pembentukan sistem informasi terpusat ditujukan untuk memudahkan dalam perawatan dan kendali sistem informasi, sehingga jaminan keamanan dan integritas Informasi tercapai.
Dalam gambar di bawah ini, seluruh sumber data aplikasi sistem ditempatkan secara terpusat dan dapat diperbaharui dari beberapa lokasi pada setiap saat. Aplikasi sistem yang disediakan bersifat terpusat terdiri dari sistem administrasi akademik, sumber ajar elektronik dalam bentuk aplikasi virtual class (http://v-class.gunadarma.ac.id), virtual laboratory (http://uglab.gunadarma.ac.id), sistem informasi manajemen keuangan yang terkoneksi dengan perbankan, sistem kolaborasi sebagai otomasi perkantoran (staffsite: https://nustaffsite.gunadarma.ac.id) termasuk elektronik mail, career center (http://career.gunadarma.ac.id), studentsite (http://studentsite.gunadarma.ac.id), situs universitas, digital library (http://library.gunadarma.ac.id), electronic journal (http://e-journal.gunadarma.ac.id), dan situs resmi Universitas Gunadarma (http://www.gunadarma.ac.id).
UG-Smart Card
BAAK
Proses Belajar Mengajar Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Universitas Gunadarma sudah menerapkan proses belajar-mengajar dengan pendekatan yang lebih inovatif dan interactive. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa proses belajar-mengajar tidak hanya sebatas tatap muka di kelas atau laboratorium dengan tempat dan waktu yang terbatas. Dengan fasilitas ini, peserta pelatihan diharapkan akan tetap melakukan kegiatan pembelajaran secara mandiri, lebih bersifat personal dan berkesinambungan sehingga pemahaman, cakupan, kedalaman materi bisa lebih ditingkatkan.

E-learning (electronic learning) adalah fasilitas pembelajaran elektronik yang digunakan untuk membantu mahasiswa memahami suatu materi ajar. E-learning menyediakan materi pembelajaran yang dilengkapi dengan audio visual yang dapat memberikan gambaran suatu konsep lebih jelas (dilengkapi dengan contoh visual yang lebih komunikatif). Pemanfaatan e-learning akan memberikan manfaat pada peningkatan daya kognitif mahasiswa dalam memahami konsep materi ajar. Semakin banyak fasilitas e-learning yang disediakan maka semakin besar kemungkinan mahasiswa dapat memahami konsep materi ajar yang lebih cepat dan efektif. Materi e-learning terdiri dari CD Interaktif, maupun virtual class (yaitu pembelajaran secara online melalui Internet) serta electronic journal. Penerapan E-learning dalam proses belajar-mengajar di Universitas Gunadarma merupakan salah satu tugas dari E-Learning Center, yang mulai aktif sebagai unit baru mulai 25 Maret 2007. Implementasi E-learning tersebut dapat dilihat pada portal e-learning dengan alamat http://elearning.gunadarma.ac.id.
Staffsite Dosen Setiap dosen pengajar di Universitas Gunadarma perlu memanfaatkan digital locker untuk dosen- dikenal sebagai situs staffsite yang merupakan homepage resmi dosen, untuk media informasi dan komunikasi dari dosen yang bersangkutan ke civitas academica atau masyarakat. User ID dan password dari staffsite tersebut merupakan kode akses ke semua layanan informasi dan pembelajaran berbasis web- atau disebut juga single identity policy”.
Situs dosen dapat digunakan sebagai fasilitas diseminasi sumber ajar kepada mahasiswa, di mana dosen dapat menyediakan sumber ajar maupun sumber ilmu pengetahuan lainnya yang dapat diakses oleh mahasiswa. Hal ini akan mempermudah dan mempercepat pemberian materi ajar sehingga mahasiswa dimungkinkan dapat memahami materi kuliah sebelum kuliah diberikan.

Homepage resmi staff Universitas Gunadarma tersebut memberikan berbagai layanan yaitu :
(a) Bio data pribadi, (b) latar belakang pendidikan, (c) pengalaman dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat, (c) informasi untuk mahasiswa, (d) upload bahan ajar untuk mahasiswa, (e) informasi dari insitusi, (f) forum diskusi, (g) pengelolaan jadwal kegiatan, (h) informasi homepage, emailm dan blog dari dosen lain, serta (i) blog.
Student Digital Locker atau Student Site. ”Setiap mahasiswa Universitas Gunadarma wajib menggunakan digital locker- yang disebut situs studentsite, untuk mengakses layanan informasi dan pembelajaran secara elektronik. User ID dan password dari studentsite tersebut merupakan kode akses ke semua layanan informasi dan pembelajaran berbasis web- atau disebut juga single identity policy”

Situs mahasiswa (studentsite) disediakan untuk memperoleh informasi dari dosen maupun program studi yang dapat secara langsung diketahui melalui situs mahasiswa tersebut. Situs ini dapat digunakan untuk mendukung proses belajar-mengajar yaitu melalui (a) informasi jadwal kuliah dan ujian, (b) informasi atau tugas dari dosen, dan (3) Daftar Nilai Sementara (DNS). Selain itu, USER ID dan password pada studentsite ini dapat digunakan untuk mengakses layanan ICT lainnya yaitu UG-Hotzone, Internet Lounge, Integrated Lab, Career Center, dan E-Learning Center.
Career Center Fitur layanan career center mencakup (1) basis data electronik- Alumni bisa mengakses dan mengupdate biodata atau profilnya melalui internet; (2) Electronic job maching – Perusahaan bisa memiliki account dan mengisi profil usahanya serta mengirimkan lowongan kerja yang bisa diakses oleh alumni Universitas Gunadarma; (3) E-Magazine – Media pembelajaran dan sharing pengalaman antar alumni yang rubriknya meliputi tips and trick, technology update, cerita sukses alumni, konsultasi; serta (4) Electronic tracer study – Salah satu metode untuk mengetahui kompetensi alumni di dunia kerja sekaligus memperoleh umpan balik untuk perbaikan kurikulum. Berbentuk kuisoner elektronik yang diisi oleh alumni dan perusahan pengguna alumni Gunadarma.
Studentsite Gunadarma
Seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma, berhak untuk mendapatkan account di Studentsite. Fasilitas2 yang didapatkan apabila telah mengaktifkan account studentsite :

Email Account (@student.gunadarma.ac.id)
Akses ke Informasi Akademik UG
Rangkuman Nilai
Pendaftaran Sidang
Akses ke UG Hotzone
Agenda dsb.
Untuk mengaktifkan account studentsite dapat dilakukan melalui link berikut : https://studentsite.gunadarma.ac.id/aktivasi/, cukup dengan memasukkan NPM / Nopend, Tanggal Lahir dan Tempat Lahir. Apabila anda menemui kesulitan dalam melakukan aktifasi, segera hubungi :
Media Information Center
Telp : 021-788811112, Ext : 234
mediacenter@gunadarma.ac.id
Helpdesk Gunadarma
Apabila anda mempunyai pertanyaan, keluhan atau kritik terhadap BAPSI, anda dapat mengakses sistem helpdesk kami pada url berikut :

http://bapsi.gunadarma.ac.id/helpdesk/
UG Library
Universitas Gunadarma menyediakan situs Perpustakaan selain ditujukan secara khusus untuk anggota perpustakaan Universitas Gunadarma, juga secara umum ditujukan untuk masyarakat pada umumnya. Layanan jarak jauh disediakan pada situs ini untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa perpustakaan untuk meningkatkan pengetahuannya.
UG Integrated Lab/Remote Lab
Integrates Lab / Remote Lab yang dikenal dengan I-LAB adalah laboratorium komputer dengan konsep baru yang dikembangkan oleh Universitas Gunadarma. Konsep ini mengacu pada kemandirian Praktikan, sehingga diharapkan setiap Praktikan memiliki tanggung jawab pada diri sendiri serta lebih dewasa dalam bersikap dan berperilaku dalam praktikum.

Praktikan tidak selalu didampingi Asisten Laboratorium, dan untuk praktikum berikutnya dapat memilih jadwal yang kosong, merupakan contoh kemandirian yang harus dijalani Praktikan di I-Lab. Namun demikian, ada konsekuensi yang harus dijalani Praktikan agar kelak dapat dinyatakan lulus dalam mengikuti kegiatan praktikumnya.
UG HotZone
Diluar pengajaran formal (di dalam ruang kuliah & laboratorium) dikembangkan pula lingkungan yang kondusif untuk mengairahkan proses belajar mengajar bagi mahasiswa dan dosen. Di setiap sudut kampus telah difasilitasi dengan hotspot yang dikenal dengan hotzone.
UG Hotzone yang terdapat di 70 titik yang tersebar di berbagai lokasi kampus yang diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika. Hal ini memudahkan setiap sivitas akademika Universitas Gunadarma mengakses internet di seluruh lokasi kampus dengan mudah dan cepat terutama bagi mereka yang memiliki notebook, handphone, PDA yang sudah fasilitas WiFi.

Terutama untuk setiap mahasiswa Universitas Gunadarma, mulai dari awal masuk sebagai mahasiswa baru telah diberikan fasilitas untuk aktifasi studentsite yang dapat dimanfaatkan untuk menggunakan hotzone di lingkungan Universitas Gunadarma.
UG Internet Lounge
Bagi mahasiswa yang tidak memiliki / membawa notebook, Universitas Gunadarma menyediakan satu ruangan khusus yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa secara gratis untuk dapat mengakses internet yang dikenal dengan sebutan Internet Lounge.
UG Community
UG Community merupakan layanan yang disediakan bagi mahasiswa, staff, alumni, dan pemerhati Universitas Gunadarma yang memiliki kesamaan identitas, ingin berbagi, peduli dan partisipasi serta adanya minat yang sama untuk membentuk suatu forum, menulis blog, menampilkan dan berbagi photo, video, dan musik, dan sebagai sarana komunikasi antar sesama anggota komunitas.

Pengertian mata kuliah SOFTSKILL :
Beberapa pengertian dan istilah mengenai Matakuliah yang adaptif terhadap pengembangan
softtskill adalah sebagai berikut:

1. Setiap mahasiswa Universitas Gunadarma untuk program D3 dan S1 wajib mengikuti
Mata Kuliah yang sistem perkuliahannya menitikberatkan pada pengembangan
softskills

2. Mata Kuliah yang menggunakanan sistem perkuliahan “softskills” ini bukan
merupakan mata kuliah ujian utama, tidak ada unsur praktikum, dan tergolong mata
kuliah pengembangan kepribadian atau kehidupan bermasyarakat yang sesuai dengan
kurikulum berbasis kompetensi di masing-masing program studi

3. Mata Kuliah yang adaptif terhadap softskill tersebut akan diberikan SETIAP
SEMESTER, dengan nama mata kuliah yang tetap sesuai dengan kurikulum yang
telah ditetapkan. Mata Kuliah yang pelaksanaan perkuliahannya dengan pendekatan
softskill tersebut akan diberi tanda “pagar” (#)

4. Proses belajar-mengajar untuk mata kulih tersebut akan dipandu oleh dosen
pengampu yang berfungsi sebagai fasilitator. Proses perkuliahannya lebih banyak
kegiatan di luar kelas sesuai dengan panduan atau bimbingan dari dosen pengampu.
Pertemuan di kelas hanya dilakukan sebulan sekali dengan jadwal yang akan
ditetakan oleh dosen pangampu

5. Komunikasi dengan dosen pengampu hanya dilakukan melalui studentsite yaitu pada
fasilitas “lecture message”, termasuk untuk mengetahui tugas atau informasi yang
diberikan oleh dosen pengampu diluar pertemuan di kelas.

6. Mta kuliah ini TIDAK ADA UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) DAN UJIAN
AKHIR SEMESTER (UAS). Penilaian hanya dilakukan terhadap PROFIL DAN
KUALITAS PORTOFOLIO MAHASISWA yang dimiliki oleh setiap mahasiswa
Universitas Gunadarma
Portofolio Mahasiswa (UG Student Porfolio)
Sekali lagi, Nilai mata kuliah “softskill” ini hanya berdasarkan PORTOFOLIO
MAHASISWA. Portofolio Mahasiswa yang dimiliki oleh setiap mahasiswa Universitas
Gunadarma bersifat elektronik dan bisa diakses oleh umum (open content).

Senin, 08 Desember 2014

pengembangan karakter


Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli
Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek,penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.
Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan dibawah ini merupakan bagan kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.


pendidikan karakter menurut ahli :

1.    Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto
Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.
3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya
Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).
4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi
Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Nilai-nilai dalam pendidikan karakter

Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif,Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.
Lebih jelas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dapat di lihat pada bagan dibawah ini


Read more: 
belajarpsikologi.com 


Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.

Nah demikianlah beberapa pengertian pendidikan karakter menurut para ahli, semoga bermanfaat.



Read more: belajarpsikologi.com 

Jumat, 31 Oktober 2014

pengertian softskil



Soft skills

adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Soft skills merupakan kecerdasan emosional dan sosial (Emotional InteligenceQuotient) yang sangat penting untuk melengkapi hard skillsatau kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient). Soft skill menyangkut karakter pribadi seseorang yang dapat meningkatkan interaksi individu, kinerja pekerjaan dan prospek karir. Tidak seperti hard skill yang berkenaan dengan kemampuan menyerap ilmu atau keahlian dan kemampuan untuk melakukan jenis tugas atau kegiatan tertentu, soft skill berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dengan sesamanya baik di dalam dan di luar tempat kerja. Soft skills adalah bentuk kompetensi perilaku sehingga dikenal pula sebagai keterampilan interpersonal atau people skills, yang mencakup keterampilan komunikasi, resolusi konflik dan negosiasi, efektivitas pribadi, pemecahan masalah secara kreatif, pemikiran strategis, membangun tim, keterampilan mempengaruhi dan keterampilan menjual (gagasan atau ide).


Dari definisi soft skills di atas dapat ditarik kesimpulan orang yang mempunyai soft skills tinggi adalah orang yang berbudi pekerti, yang mampu mengontrol emosinya dan itu tergambar dalam budi bahasanya, dalam caranya berkomunikasi , perilakunya tidak grusa grusu, satunya kata dan perbuatan atau berintegritas tinggi, tenggang rasa dan toleransi tinggi. Soft skill tinggi sudah semestinya menjadi bagian yang melekat (embedded) dalam diri seseorang dengan latar belakang pendidikan atau intelektual tinggi (hard skills).


Persoalannya adalah mengapa para sarjana lulusan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia tidak mesti menunjukkan karakter orang yang berbudi pekerti ? Buktinya mudah ditemukan saat kita lihat debat di lembaga DPR yang terhormat yang kerap ditayangkan TV. Mengapa mereka berdebat seperti hanya adu kepandaian dan penguasaan ilmu, pengin menonjolkan diri, merendahkan lawan debat dan tidak berusaha menemukan titik temu guna mendapatkan solusi? Akhirnya debat di parlemen jadi tidak mendidik orang tentang cara bernegosiasi dan mencapai kesepakatan tapi jadi arena adu mulut yang membosankan dan penuh dengan hujan interupsi. Hal sama dapat ditemukan saat pejabat birokrasi memberikan pernyataan tentang suatu problem publik. Seringkali mereka mengeluarkan statement yang tidak focus ke pemecahan masalah terkait dengan tanggungjawabnya malahan menyalahkan atau mencari kambing hitam guna berkelit atau melepaskan diri dari tanggungjawab.


Melihat fenomena rendahnya soft skills di kalangan kaum terpelajar membuat saya jadi khawatir jangan-jangan perilaku yang sama juga ada di diri saya. Seringkali saya menuntut ke mahasiswa harus ini itu, begini begitu, menghujani mereka dengan kotbah soal moral dan etika. Tapi , apakah perilaku saya, kinerja saya sebagai guru dan dosen selama ini bisa memberikan teladan ke mahasiswa sehingga saya cukup pantas untuk mengkotbahi mereka cara berinteraksi dan berkomunikasi yang sopan, cara menghargai orang lain. Jangan-jangan saya selama ini hanya bisa menuntut ke mahasiswa untuk menghargai saya, untuk bertutur sopan ke dosen, tapi aturan ini tidak berlaku saat saya berkomunikasi dengan mereka , saya bebas membentak mereka, saya bebas memaksa mereka agar manut dengan aturan yang saya buat. Kalau saya sebagai dosen berperilaku semacam ini gimana ya mahasiswa itu menilai saya? Jangan-jangan mereka itu patuh, segan atau bahkan takut pada saat di depan saya saja tapi akan mempergunjingkan atau bahkan melontarkan sumpah serapah apabila saya tidak ada. Who knows?


Jadi, kalau saat ini kita resah dengan perilaku murid atau mahasiswa yang semakin tidak menghargai guru atau dosen, maka sebagai orang tua, guru dan dosen kita harus bertanya dan menggugat diri kita sendiri : Apa yang selama ini telah kita ajarkan ke anak-anak kita itu ya kok mereka jadi tidak mengenal sopan santun? Apa yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia sehingga yang diproduksi adalah anak-anak didik yang ber-soft skills rendah ?


Jika soft skills itu menyangkut pembentukan karakter , kita jadi bertanya apakah pendidikan karakter dan akhlak yang diberikan sejak di TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi itu masih kurang? Kalau ternyata porsi pendidikan karakter yang selama ini ada di pelajaran Agama dan PKN itu ternyata kuantitas dan kualitas sudah cukup, terus apa lagi yang kurang? Saya tidak mempunyai kapasitas dan kompetensi untuk menjawab pertanyaan ini. Namun saya akan mencoba memberikan gambaran tentang apa itu materi yang biasanya menjadi bagian dari pembentukan soft skills yang saya temukan di berbagai sumber di internet. Semoga saja informasi ini bisa memberi gambaran tentang apa yang masih kurang atau mungkin tidak bisa disampaikan melalui pelajaran agama dan PKN di sekolahan.


Vishal Jain mengemukakan soft skill meliputi semua aspek keterampilan generik yang mencakup unsur-unsur kognitif yang terkait dengan keterampilan non-akademik. Unsur-unsur soft skills yang perlu dikuasai khususnya oleh para mahasiswa atau mereka yang berpredikat sarjana meliputi :


Communicative skills.
Thinking skills and Problem solving skills.
Team work force
Life-long learning and Information Management
Entrepreneur skill
Ethics, moral and professionalism
Leadership skills


Ketrampilan-ketrampilan di atas dikategorikan oleh Jain menjadi dua kelompok kategori yakni ketrampilan yang harus dimiliki (must have) dan ketrampilan yang bagus untuk dimiliki (good to have). Berikut table kategorisasi ketrampilan soft skills menurut Jain :


The “Must Have”and “Good To Have” Elements of Soft Skills
No.
Soft Skills Must Have Elements (Sub-Skills)

Good To Have Elements (Sub-Skills)


1. Communicative Skills

Ability to deliver idea clearly, effectively and with confidence either orally or in writingAbility to practice active listening skill and respond.

Ability to present clearly and confidently to the audience.

Ability to use technology during presentation.Ability to discuss and arrive at a consensus.

Ability to communicate with individual from a different cultural background.

Ability to expand one’s own communicative skill.

Ability to use non-oral skills.


2.
Critical Thinking and Problem Solving Skills

Ability to identify and analyze problems in difficult situation and make justifiable evaluation.Ability to expand and improve thinking skills such as explanation, analysis and evaluate discussion.

Ability to find ideas and look for alternative solutions.

Ability to think beyond..Ability to make conclusion based on valid proof.

Ability to withstand and give full responsibility.

Ability to understand and accommodate oneself to the varied working environment.


3. Team Work

Ability to build a good rapport , interact and work effectively with others.Ability to understand and play the role of a leader and follower alternatively.

Ability to recognize and respect other’s attitude, behavior and beliefs.

Ability to give contribution to the planning and coordinate group work.Responsible towards group decision.


4. Life-Long Learning & Information Management Skill

Ability to find and manage relevant information from various sources.Ability to receive new ideas performs autonomy learning.

Ability to develop an inquiry mind and seek knowledge.


5. Entrepreneurship skill

Ability to identify job opportunities.

Ability to propose business opportunity.Ability to build, explore and seek business opportunities and job.

Ability to be self-employed.


6. Ethics, Moral & Professional

Ability to understand the economy crisis, environment and social cultural aspects professionally.Ability to analyze make problem solving decisions related to ethics.

Ability to practice ethical attitudes besides having the responsibility towards society.


7. Leadership skill

Knowledge of the basic theories of leadership.Ability to lead a project.

Ability to understand and take turns as a leader and follower alternatively.Ability to supervise members of a group.



Sumber : Vishal Jain. “Importance of Soft skills development in education”.


Soft skills ternyata tidak hanya perlu bagi mahasiswa, dosen pun perlu dilatih atau dibekali dengan soft skills agar bisa menjalankan tugasnya sebagai dosen yang bertanggungjawab mendidik dan memberi teladan ke mahasiswa maupun untuk mengembangkan dan mempraktekkan ilmunya. Berikut ini jenis-jenis soft skills yang perlu dikuasai dosen menurut MMM Training Solution






Setelah membaca materi soft skills apa saja yang perlu ditambahkan kepada dosen dan mahasiswa, saya jadi mengerti ternyata soft skills itu tidak sekedar bicara kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan antar manusia yang – menurut saya – tidak akan cukup kalau penguasaan soft skills itu kita gantungkan sepenuhnya pada pembelajaran yang berakar pada ajaran tentang etika, budi pekerti dan akhlak moral saja. Karena ternyata soft skills itu merupakan skills atau ketrampilan menjalin relasi dan interaksi yang sangat luas yang tidak hanya mencakup dimensi etika dan moral saja, tapi juga ketrampilan berkomunikasi, berpikir kritis dan berorientasi pada pemecahan masalah, manajemen informasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan. Bahkan khusus untuk dosen, pelatihan soft skills sangat tehnis sekali misalnya untuk materi komunikasi tidak hanya meliputi komunikasi verbal, tapi juga komunikasi yang non verbal seperti senyum, postur tubuh, kontak mata. Kemudian ada ketrampilan presentasi; etiket e-mail, kerja, dan penampilan; dan ketrampilan mendengarkan.


Kesimpulannya, kalau selama ini mahasiswa kita sudah mendapatkan porsi ajaran etika, moral dan kewarganegaraan yang cukup, maka saatnya mereka juga dibekali dengan pelatihan soft skills yang berorientasi keahlian komunikasi dan berinteraksi yang lebih bersifat praktis yang itu sangat dibutuhkan untuk menyiapkan mahasiswa dalam memasuki persaingan kerja di era global. Dan dalam hal pendidikan soft skills, persyaratan dasar yang harus dipenuhi dosen adalah integritas dan kredibilitas. Karena pendidikan soft skills tidak akan cukup kalau hanya diberikan dengan model pendekatantransfer of knowledge atau hanya teori saja alias NATO – No Action Talk Only. Pengajaran soft skills sebagaimana pendidikan agama, perilaku, budi pekerti atau etika , hanya akan efektif kalau menggunakan pendekatan modeling, memberi contoh atau keteladanan yang dilakukan dosen. Jadi kalau selama ini soft skills anak muda Indonesia itu rendah, maka timbul pertanyaan apakah generasi tua : para pemimpin dan tokoh masyarakat, orang tua dan guru/dosen selama ini telah memberikan contoh soft skills yang baik ke generasi muda penerus bangsa ini?


Selasa, 07 Oktober 2014

pentingnya etika dalam bersosial media.

Betapa pentingnya sebuah ETIKA dimanapun kamu berada apapun media yang kamu gunakan untuk berkomukias dan melakukan apapun kegiatan, sekarang saya akan menjelaskan kepada sobat betapa pentingnya sebuah ETIKAdalam bersosial media.

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".

 Pada ERA ini, Internet bukanlah menjadi barang yang asing dalam kehidupan sehari - hari, Internet sekarang adalah sebuah sarana komunikasi yang membuat seakan tidak ada lagi batasan - batasan, Berbagai informasi dapat dicari melalui internet, Bahkan internet telah menjadi lifestyle bagi beberapa golongan masyarakat.
 Namun akan disayangkan tidak semua pengguna internet itu baik, Beberapa pengguna internet terkadang menyalahgunakan internet sebagai sarana merusak moral bangsa, terutama bagi generasi muda.

Hal inilah yang kemudian melandasi permasalahan mengapa perlu untuk belajar atau paling tidak mengetahui etika dalam berinternet. Hal ini perlu guna mencegah efek samping dari berinternet yang tidak terduga dan tidak diharapkan.

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti adat kebiasaan. Etika dalam berinternet dan social network terbagi menjadi 2 jenis etika, yaitu etika tertulis dan tidak tertulis. Etika tertulis sendiri lebih jauh terbagi menjadi 2 yaitu; etika tertulis berdasar legal forum dan etika tertulis berdasar kesepakatan.

Etika Tertulis
  1. Etika tertulis kesepakatan adalah etika tertuis yang dibuat berdasar kesepakatan dari pihak-pihak yang terkait dalam penggunaan internet dan berlaku mengikat bagi anggotanya. Contohnya adalah peraturan kesepakatan FJB Kaskus.
  2. Etika tertulis legal forum adalah adalah peraturan perundang-undangan. Contohnya ada dalam Undang-Undang RI terdapat pada Nomor 11 Tahun 2008 yang menjelaskan tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Etika Tidak Tertulis
 Etika tidak tertulis lebih kepada sopan santun dalam menggunakan internet sebagai media komunikasi. Dalam banyak kasus yang menyangkut social network, umumnya pengguna entah secara sengaja atau tidak sengaja menyinggung pengguna lain sehingga menyebabkan salah paham dan berujung pada sengketa antar pengguna.
 Setiap social media memiliki masalah dengan karakteristik dan istilah masing-masing. Contohnya seperti saling menyerang secara tersirat maupun terang-terangan dalam tweet antar pengguna, ini disebut tweet war. Dalam facebook yang biasa terjadi adalah hate speech. Yaitu pengungkapan kekesalan yang seolah menghujat pihak lain yang akhirnya dapat berujung tidak menyenangkan. Dan masih banyak kasus lainnya.

Betapa perlunya sebuah etika dalam berkomunikasi gunakanlah internet sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat serta menaati peraturan yang ada. Berikut beberapa tips beretika dalam menggunakan internet:
  1. Saling menghormati sesama pengguna internet.
  2. Gunakan bahasa sopan.
  3. Jangan SARA
  4. Gunakanlah kalimat – kalimat yang baik


Sumber : Fitrahadi's Blog | Wikipedia

pengrtian dan definisi flowchart

A. PENGERTIAN DASAR FLOWCHART
       Adalah Bagan-bagan yang mempunyai arus yang menggambarkan
langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara
penyajian dari suatu algoritma 

Tujuan Membuat Flowchat :
• Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah
• Secara sederhana, terurai, rapi dan jelas
• Menggunakan simbol-simbol standar 



DALAM PENULISAN FLOWCHART DIKENAL DUA MODEL, YAITU SISTEM FLOWCHART DAN PROGRAM FLOWCHART

  SYSTEM FLOWCHART :
Yaitu :  bagan Yang memperlihatkan urutan prosedure dan proses dari  beberapa file di dalam media tertentu  Melalui flowchart ini terlihat jenis media penyimpanan yang dipakai dalam  pengolahan data. 
• Selain itu juga menggambarkan file yang dipakai sebagai input dan output. 
• Tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk  memecahkan masalah
• Hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk 


  PROGRAM FLOWCHART
Yaitu: Bagan yang memperlihatkan  urutan dan hubungan proses dalam suatu  program Dua jenis metode penggambaran program flowchart :
1) Conceptual flowchart , menggambarkan alur pemecahan masalah secara global
2) Detail flowchart , menggambarkan alur pemecahan masalah secara rinci
Dan berikut adalah contoh program flowchart


ALGORITMA RUMUS ABC 

     1.     Tentukan nilai a,b dan c
     2.     Jika a dan b adalah nol maka tidak ada penyelesaian
     3.     Jika a adalah nol, maka akarnya hanya satu (-c/b)
     4.     Jika (b -4ac ) adalah negative maka tidak ada akar yang real
     5.     Jika dalam bentuk selain di atas maka terdapat dua akar yaitu x1 dan x2
     6.     Cetak x1 dan x2
     7.     Selesai

FLOWCHART



passive voice

PASSIVE VOICE            Pengertian Passive Voice  -   Pasif voice adalah cara merubah dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif  artinya...